Skip to content
Logo Chillink ChilLinks

Manage Your Links. Maximize Your Reach.

  • Home
  • Blog
  • About Us
Logo Chillink
ChilLinks

Manage Your Links. Maximize Your Reach.

Jenis turnover karyawan dalam perusahaan

Jenis Turnover Karyawan yang Perlu Dipahami Perusahaan

Aziz Alvian, September 7, 2026September 7, 2026

Jenis turnover karyawan dapat dibedakan berdasarkan pihak yang memulai keluarnya pekerja hingga dampak kepergian tersebut bagi perusahaan. Memahami perbedaannya membantu HR melihat pergantian tenaga kerja secara lebih spesifik daripada sekadar menghitung jumlah karyawan yang keluar.

Seorang pekerja dapat meninggalkan perusahaan atas keputusan sendiri. Pada kondisi lain, perusahaan yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan kerja. Dampaknya pun dapat berbeda tergantung posisi, kemampuan, dan kontribusi pekerja yang meninggalkan organisasi.

Oleh sebab itu, HR perlu mengelompokkan setiap kasus secara tepat. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan menemukan pola dan menentukan langkah pengelolaan tenaga kerja yang lebih sesuai.

Mengapa Jenis Turnover Karyawan Perlu Dibedakan?

Perusahaan dapat memiliki angka turnover karyawan yang sama tetapi menghadapi kondisi yang berbeda. Misalnya, perusahaan A kehilangan banyak pekerja karena pengunduran diri, sedangkan perusahaan B mengalami pergantian akibat keputusan perusahaan.

Jika HR hanya melihat angka keseluruhan, perbedaan tersebut tidak akan terlihat dengan jelas. Padahal, penyebab dan langkah evaluasinya dapat berbeda.

Pengelompokan membantu HR memahami siapa yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan kerja serta bagaimana keluarnya pekerja memengaruhi perusahaan. Selain itu, tim dapat membandingkan pola antarperiode, divisi, maupun jabatan.

Informasi yang lebih terperinci membuat analisis turnover menjadi lebih relevan bagi kebutuhan perusahaan.

4 Jenis Turnover Karyawan

1. Voluntary turnover

Voluntary turnover terjadi ketika karyawan mengambil keputusan sendiri untuk meninggalkan perusahaan. Pengunduran diri karena mendapatkan pekerjaan baru, perubahan karier, relokasi, atau alasan pribadi dapat masuk dalam kategori ini.

HR sebaiknya mencatat alasan keluar agar perusahaan dapat mengetahui pola pengunduran diri yang sering muncul.

2. Involuntary turnover

Berbeda dari jenis sebelumnya, involuntary turnover terjadi ketika perusahaan memulai proses berakhirnya hubungan kerja. Kondisinya dapat berkaitan dengan kinerja, pelanggaran, restrukturisasi, atau kebutuhan organisasi lainnya.

Perusahaan tetap perlu menjalankan setiap keputusan hubungan kerja sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

3. Functional turnover

Functional turnover menggambarkan keluarnya pekerja yang justru dapat memberikan dampak tertentu yang menguntungkan organisasi. Dalam pembahasan HR, contohnya dapat berupa pekerja dengan kinerja rendah yang memilih meninggalkan perusahaan.

Meski demikian, HR tetap perlu memahami penyebab keluarnya pekerja dan tidak langsung menganggap setiap kepergian sebagai sesuatu yang positif.

4. Dysfunctional turnover

Dysfunctional turnover terjadi ketika perusahaan kehilangan pekerja yang memiliki kinerja atau nilai penting bagi organisasi. Kondisi ini dapat menimbulkan tantangan karena perusahaan kehilangan keterampilan, pengalaman, atau pengetahuan yang masih dibutuhkan.

Pencatatan Membantu HR Menganalisis Jenis Turnover

Setelah mengelompokkan jenisnya, HR dapat mencatat tanggal keluar, divisi, jabatan, masa kerja, serta alasan berakhirnya hubungan kerja. Informasi tersebut membantu perusahaan membandingkan pola turnover dari waktu ke waktu.

Perusahaan juga dapat menghubungkannya dengan informasi tenaga kerja lainnya. Penggunaan aplikasi absensi online, misalnya, membantu HR memiliki catatan kehadiran yang lebih terstruktur sebagai bagian dari administrasi karyawan.

Namun, catatan kehadiran tidak dapat menentukan jenis atau penyebab turnover dengan sendirinya. HR tetap membutuhkan informasi lain seperti catatan kepegawaian, alasan pengunduran diri, hasil exit interview, serta keputusan perusahaan.

Analisis Setiap Jenis Membutuhkan Pendekatan Berbeda

Voluntary turnover dapat mendorong HR mengevaluasi alasan pekerja memilih keluar. Sebaliknya, tingginya involuntary turnover dapat membuat perusahaan meninjau proses rekrutmen, penempatan, pengelolaan kinerja, atau perubahan organisasi.

Functional dan dysfunctional turnover memberikan sudut pandang lain. Perusahaan tidak hanya menghitung berapa banyak pekerja yang keluar, tetapi juga melihat dampak kepergian tersebut terhadap organisasi.

Dengan demikian, satu angka turnover tidak cukup untuk menjelaskan seluruh kondisi tenaga kerja. HR perlu melihat jenis, alasan, posisi, dan konteks setiap kasus sebelum mengambil kesimpulan.

Kesimpulan

Jenis turnover karyawan dapat mencakup voluntary, involuntary, functional, dan dysfunctional turnover. Setiap jenis menunjukkan kondisi berbeda berdasarkan pihak yang mengambil keputusan serta dampak keluarnya pekerja terhadap perusahaan.

Pengelompokan yang tepat membantu HR membaca angka turnover dengan konteks yang lebih jelas. Perusahaan kemudian dapat menentukan evaluasi yang sesuai, memperbaiki pengelolaan tenaga kerja, serta memberikan perhatian lebih pada pola turnover yang berisiko mengganggu organisasi.

Aziz Alvian
Aziz Alvian
Blog

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Menghitung Total Penjualan Setelah Diskon
  • Bulu Ayam Bisa Dicabut Pakai Apa? Ini Alat yang Tepat
  • Indikator Turnover Karyawan yang Perlu Dipantau HR
  • Hubungan Kepuasan Kerja dengan Turnover Karyawan di Perusahaan
  • Cara Membersihkan Ayam Setelah Disembelih yang Tepat

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025

Categories

  • Blog
©2026 ChilLinks | WordPress Theme by SuperbThemes